BABEL.SUNGAILIAT.SKTNEWS.COM – Penyelundupan pasir timah ilegal di Dusun Tuing Desa Mapur semakin Merajalela di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) yang menjadi sorotan tajam,sebuah pengiriman besar melalui “pelabuhan tikus” di perairan Dusun Tuing, Kabupaten Bangka, memicu polemik setelah muncul selisih data yang signifikan terkait jumlah muatan yang berhasil lolos.
Informasi yang didapat dari nara sumber yang dapat di percaya mengatakan ada sebuah gudang Gas Elpiji disertai Tampung Timah ilegal di berbagai wilayah di Babel diduga akan di selundupkan ke luar daerah melalui dermaga tikus yang tak jauh dari gudang tersebut tujuan Tanjung Pinang dan Singapore.
“Di daerah tuing tu la gudang a gas elpiji formalitas bai timah a disitu la cube ge dipantau”. kata Narsum melalui telpn WhatsApp. (20/2)
Wilayah tersebut semula beredar kabar bahwa kapal yang bersandar hanya membawa 10 ton pasir timah. Namun, data internal yang berhasil didapatkan menyebutkan angka yang jauh lebih besar, yakni mencapai 35 ton. Komoditas tambang tersebut diduga kuat diselundupkan menuju Pulau Selangor, Malaysia.
Dugaan sementara berinisial SMS santer disebut sebagai pemilik barang ilegal tersebut. SMS diduga memanfaatkan jalur laut ilegal untuk meraup keuntungan pribadi di tengah ketatnya pengawasan ekspor resmi.
Saat ini SMS, kolektor Timah Ilegal di Nelayan II sedang beraktivitas membeli timah dari penambang laut tanah hongkong dan sekitarnya lalu dikumpulkan kemudian jika sudah penuh stok timah akan di kirim ke gudang yang ada di Dusun Tuing tepatnya di gudang Gas Elpiji.
Dalam melancarkan aksinya, para mafia ini disinyalir menggunakan armada speedboat hantu yang dilengkapi dengan enam unit mesin berkekuatan tinggi. Penggunaan armada ini bertujuan untuk memastikan kecepatan dan kemampuan menghindar dari patroli petugas di perairan utara di kirim ke Pulau Tanjung Pinang dan Singapore.
Tingginya aktivitas penyelundupan ini dipicu oleh selisih harga jual pasir timah yang sangat menggiurkan di pasar internasional. Para kolektor gelap dan mafia tambang mengejar transaksi menggunakan mata uang asing seperti Dollar Singapura (SGD), Dollar AS (USD), maupun Ringgit Malaysia
Selain perairan Tuing, terdapat beberapa titik pesisir di utara Pulau Bangka yang kini dalam pengawasan ketat karena sering dijadikan lokasi sandar (transhipment) ilegal, antara lain. Pesisir Pantai Tuing, Pesisir Pantai Bedukang.
Lolosnya muatan hingga 35 ton ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat mengenai efektivitas kerja Satuan Tugas (Satgas) yang memiliki kewenangan penuh dalam penindakan tambang ilegal namun rutinitas penyelundupan sudah sering sekali didusun tuing.
Muncul spekulasi diduga SMS melakukan secara tersembunyi meskipun sudah berkoordinasi di lapangan ada dugaan “Main Mata” para oknum baju Hijau.
Kondisi ini diperparah dengan semakin masifnya kolektor timah ilegal yang masih beroperasi menampung biji timah dari penambang ilegal di daratan Bangka yang merambah kawasan hutan mangrove hingga area pemukiman.
Diterbitkan berita ini tim 9 Jejakkasus berusaha menggali informasi lebih dalam dan melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait, termasuk kepada saudara Samsir dan aparat penegak hukum, guna memberikan klarifikasi atas dugaan penyelundupan besar-besaran ini. (Tim)



















