Menu

Mode Gelap
Wali Kota Pangkalpinang Prof Udin Terima Audiensi Danden Pomal Pererat Antar Lembaga  Pemkot Pangkalpinang Tegaskan Larangan PKL Menjamur di Atas Trotoar dan Bahu Jalan SMPN 3 Mentok Perkuat Sinergi dengan Orang Tua demi Mewujudkan Sekolah yang Adaptif Agus Purnomo: Seharusnya kades dan Kadus Tanjung Pura Merangkul Semua Masyarakatnya Jangan hanya Sebagian Langkah Percepatan Penghentian Sementara Operasional Pelabuhan Penyeberangan Sadai, Ini Kata Didit Pemkot Pangkalpinang Tingkatkan Kesadaran Taat Pajak Tanpa Mengurangi Hak Pegawai

Bangka Tengah

Lagi-lagi!! Diduga Permainan Pihak Nozel dan Pengerit. SPBU 24.331115 Kejora Jadi Korban

badge-check


Lagi-lagi!! Diduga Permainan Pihak Nozel dan Pengerit. SPBU 24.331115 Kejora Jadi Korban Perbesar

BABEL.KEJORA.SKTNEWS.COM – Dua unit kendaraan merupakan mobil pengerit BBM subsidi jenis Pertalite hangus terbakar. Satu unit Mobil Suzuki APV dilaporkan terbakar habis, sementara satu unit Toyota pickup Kijang Kapsul mengalami kebakaran pada bagian depan. Senin (16/2/26).

Kebakaran yang melanda Area SPBU 24.331115 Kejora, Kabupaten Bangka Tengah diduga akibat kosleting kabel mobil APV dan api rokok.

“Iya pak, saya lupa dua atau tiga kali ngerit hari ini seingat saya dua kali pak masuk SPBU ini “. kata pengerit memberi klarifikasi saat diminta keterangan oleh anggota Samapta polres Pangkalpinang dalam ruangan cctv SPBU. Senin (16/2)

Caption : Sopir Mobil APV bersama istri saat di mintai keterangan oleh pihak Kepolisian. (dok) 

Dengan kejadian ini kegiatan keluar masuk di SPBU kejora dan jalan utama terjadi kemacetan yang panjang dan dugaan sementara permainan pengerit BBM jenis pertalite dengan Staf Nozel semakin terang benderang.

“Kami kalau tidak disuruh masuk atau di kordinir takbisa juga kami masuk,mana lagi mobil baru 4 bulan kredit pak”. ucap Sopir mobil APV saat diinterogasi oleh pihak Kepolisian.

Fakta dilapangan tak sebanding dan terbalik apa yang di katakan Junai meneger atau penanggung jawab SPBU Kejora, yang membantah bahwa kendaraan tersebut bukan mobil pengerit. Padahal semua orang tahu bahwa dalam mobil APV yang terbakar terdapat tengki modif.

“Secara resmi kami tidak mengetahui kendaraan itu sebagai mobil pengerit. Saya juga tidak mengenal siapa pemilik dua mobil yang terbakar,” ujar Junai kepada wartawan usai kejadian.

Diketahui bersama pernyataan tersebut menuai tanda tanya, Pasalnya, sistem barcode MyPertamina saat pengisian BBM subsidi secara otomatis menampilkan data pemilik kendaraan serta kapasitas maksimal tangki.

“Kami punya kartu barcode dua, satu yang asli satunya punya orang lain hanya fisik mobil saja berbeda pak”. jelas Manto (bukan nama sebenarnya) memberi keterangan ditemani istri dalam ruangan SPBU.

Petugas pengisian di SPBU 24.331115 Kejora diduga telah melanggar aturan yang dibuat MyPertamina adanya kejanggalan saat mengisi Pertalite ke kendaraan dengan kapasitas tidak wajar.

“Aok pak,mobil orang tue ku, kami kridit ke nya, da tahu aben kebakar kyk ni, semue abis terbakar, klo BPKB mungkin agik di rumah pak (iya pak,kami masih kredit sama orang tua saya tapi mau apa lagi jika sudah terjadi hanya BPKB mungkin masih ada di rumah yang lain habis di dalam mobil)”. kata istri Manto saat di tanya anggota kepolisian.

Kondisi ini dinilai ironis, mengingat seluruh transaksi BBM subsidi tercatat secara digital dari MyPertamina dan seharusnya mudah ditelusuri namun diduga permainan staf Nozel yang terkordinir dengan kejadian ini pihak masyarakat pun tahu bobroknya permainan di SPBU tersebut walaupun kegiatan di siang hari namun tak nampak oleh mata.

Sementara saat tim media konfrimasi meminta penjelasan kepada Kanit Pidum Polresta Efran. Siapa nama pengemudi mobil APV yang terbakar pak? Dan praduga sementara adanya salah satu pihak menejemen SPBU kejora melarang staf bagian Nozel untuk berkomentar saat tim media liputan dilapangan. Apa benar demikian pak? (17/2)

Publik mendesak penegakan hukum tegas agar subsidi negara tidak terus disalahgunakan dan keselamatan masyarakat pengguna kendaraan roda empat maupun roda dua terjamin.

Hingga berita ini diturunkan, Kanit Pidum Polresta enggan berkomentar dan untuk menjaga berita tetap berimbang tim masih berupaya konfirmasi aparat penegak hukum dan pihak PT. Pertamina terkait langkah penindakan, termasuk pertanggungjawaban pemilik SPBU , serta dugaan kelalaian dan pembiaran oleh petugas pengisian (Nozel),dalam pantauan hari ini SPBU tersebut masih tutup tidak mengeluarkan BBM. (Tim)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wali Kota Pangkalpinang Prof Udin Terima Audiensi Danden Pomal Pererat Antar Lembaga 

28 Juli 2026 - 08:41 WIB

Pemkot Pangkalpinang Tegaskan Larangan PKL Menjamur di Atas Trotoar dan Bahu Jalan

27 Juli 2026 - 13:40 WIB

SMPN 3 Mentok Perkuat Sinergi dengan Orang Tua demi Mewujudkan Sekolah yang Adaptif

23 Juli 2026 - 12:39 WIB

Agus Purnomo: Seharusnya kades dan Kadus Tanjung Pura Merangkul Semua Masyarakatnya Jangan hanya Sebagian

21 Juli 2026 - 09:04 WIB

Langkah Percepatan Penghentian Sementara Operasional Pelabuhan Penyeberangan Sadai, Ini Kata Didit

20 Juli 2026 - 11:36 WIB

Trending di Headline