PANGKALPINANG,BABEL,SKTNEWS.COM Pemerintah Kota Pangkalpinang melakukan evaluasi kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan penyerapan anggaran APBD dalam rapat evaluasi fisik dan keuangan hingga Februari 2026 yang dipimpin langsung Wali Kota Pangkalpinang Saparudin di Ruang Rapat Bapperida, Senin (16/3/26)
“Rapat evaluasi ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap bulan pada minggu kedua guna memantau perkembangan pelaksanaan program di seluruh OPD,” kata Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin atau yang akrab disapa Udin.
Menurut dia, rapat ini bertujuan untuk melihat capaian kinerja OPD selama satu bulan terakhir, termasuk progres pelaksanaan kegiatan serta tingkat penyerapan anggaran daerah.
“Ini rapat rutin bulanan kita untuk melihat hal-hal penting selama satu bulan terakhir, termasuk progres kegiatan. Dengan dilaksanakan setiap minggu kedua, OPD bisa mempersiapkan laporan perkembangan dari masing-masing instansi,” kata Udin.
Ia menambahkan pemerintah kota juga memberikan perhatian khusus kepada OPD yang dinilai belum maksimal dalam menjalankan program kegiatan maupun dalam penyerapan anggaran.

Pemerintah Kota Pangkalpinang, kata dia, akan terus mengingatkan dan mendorong OPD agar meningkatkan kinerja. Jika terdapat kendala di lapangan, pemerintah akan mencari solusi bersama agar pelaksanaan program tetap berjalan optimal.
“Kita ingatkan OPD yang kinerjanya masih kurang, baik dari sisi kegiatan maupun serapan anggaran. Kalau ada kendala, kita cari solusi bersama,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut juga dibahas penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara di lingkungan Pemkot Pangkalpinang.
Udin memastikan meskipun bekerja dari luar kantor, seluruh pegawai tetap wajib melakukan absensi secara daring serta melaporkan aktivitas pekerjaan setiap hari.
“Sekarang semua sudah online. Pegawai yang WFA tetap absen dan harus mengisi kegiatan harian. Setiap hari harus ada laporan kegiatan,” katanya.
Ia juga menyampaikan telah menerbitkan surat edaran kepada seluruh pegawai sebagai pengingat agar tetap menjalankan tugas dan tanggung jawab selama kebijakan WFA berlangsung.
Selain itu, Ia mengungkapkan capaian kinerja Pemerintah Kota Pangkalpinang menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan penilaian terbaru terhadap kinerja daerah, Pangkalpinang berhasil menempati posisi pertama setelah sebelumnya berada di peringkat kelima.
“Alhamdulillah sekarang kita berada di posisi pertama di antara daerah lain. Sebelumnya kita di posisi lima, lalu berhasil naik menjadi yang terbaik,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah persoalan dalam pengelolaan barang milik daerah yang perlu segera dituntaskan, di antaranya terkait pengelolaan sewa lahan serta percepatan proses sertifikasi aset tanah milik pemerintah kota.
Pemerintah Kota Pangkalpinang, kata dia, akan mengambil langkah strategis agar persoalan tersebut dapat diselesaikan secara bertahap.
Melalui rapat evaluasi ini, pemerintah kota berharap seluruh OPD dapat terus meningkatkan kinerja serta mempercepat pelaksanaan program pembangunan sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.(Skt)



















