BABEL,PANGKALPINANG,SKTNEWS.COM DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membuka ruang dialog yang hangat dan terbuka saat menerima orasi mahasiswa dari Keluarga Mahasiswa Universitas Bangka Belitung. Rabu (06/5/26)
Dalam suasana penuh kebersamaan, Gubernur Hidayat Arsani bersama Pimpinan dan Anggota DPRD Babel menyambut langsung aspirasi generasi muda di Gedung DPRD.

Isu ketenagakerjaan dan pendidikan menjadi sorotan utama. Mulai dari pengawasan upah, perlindungan pekerja informal, kesejahteraan guru, hingga transparansi anggaran dan arah pembangunan ekonomi daerah, semua disampaikan secara kritis namun dialogis.
DPRD Babel menunjukkan komitmen nyata untuk mendengar, memahami, dan menindaklanjuti setiap masukan yang disampaikan oleh mahasiswa dan Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya menjawab orasi mahasiswa.
“Untuk masalah honor gajinya 2.900.000 dari mulai Gubernur lama dan kini gubernur baru Pak Dayat Arsani menjadi 3.300.000,untuk para guru terpencil terdapat subsidi diluar gaji sebesar 2.400.000”, jelas Didit menjawab orasi mahasiswa.

Kehadiran pimpinan dan anggota dewan, menjadi bukti bahwa suara mahasiswa adalah bagian penting dalam proses pembangunan. Aspirasi bukan sekadar didengar, tapi akan diperjuangkan menjadi kebijakan yang berpihak pada masyarakat.
“Tak ada lagi uang SPP setiap SMA di Bangka Belitung semua di hapus. DPRD Babel dan Gubernur sudah menganggarkan beasiswa untuk anak-anak yang kurang mampu dan bagi mahasiswa yang berprestasi, Disnaker diminta untuk menindaklanjuti karyawan yang meninggal dunia dan saya minta tolong jam kerja para buruh dan jamsos para tenaga kerja sudah dilaksanakan”, menjawab orasi mahasiswa.
Mendesaknya evaluasi MBG kebijakan pusat DPRD akan mengirim surat ke pemerintah pusat berdasarkan aspirasi untuk di tindaklanjuti pemerintah pusat.
“Disaat kami melaksanakan dan berharap kami akan mengundang perwakilan UBB untuk kita bahas bersama-sama”, tutup Ketua DPRD Babel.(Tim)


















