Menu

Mode Gelap
Audiensi Forum Peduli Masyarakat Nangka dengan DPRD Babel digelar di Ruang Banmus  Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna Melepaskan 72 Siswa Lulus SD Negeri 23 Pangkalpinang Pemkot Pangkalpinang Mengadakan Rapat Fasilitasi Perizinan PIRT Bagi Pelaku UMKM  Mewakili Walikota Pangakalpinang Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ikut Senam di Acara Car Free Day Pemkot Pangkalpinang Optimalkan Berbagai Sektor Potensial untuk Tambah PAD Bunda PAUD Kota Pangkalpinang Susanti Saparudin Membuka Kids Band Festival 2026 Kota Pangkalpinang

Bangka Barat

Yus Derahman: Menjaga Pantai Pasir Kuning Berarti Menjaga Harga Diri Daerah Bangka Barat

badge-check


Yus Derahman: Menjaga Pantai Pasir Kuning Berarti Menjaga Harga Diri Daerah Bangka Barat Perbesar

BABEL,BANGKA BARAT,SKTNEWS.COM — Wakil Bupati Bangka Barat H. Yus Derahman mengajak masyarakat menjadikan gerakan menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari budaya sehari-hari. Ajakan tersebut disampaikan melalui kegiatan gotong royong massal di Kawasan Wisata Pantai Pasir Kuning, Kecamatan Tempilang, Jumat (5/6/26).

Kegiatan yang melibatkan unsur pemerintah daerah, Forkopimcam, pemerintah desa, pelajar, organisasi masyarakat, hingga warga sekitar itu tidak hanya difokuskan pada pembersihan kawasan pantai, tetapi juga menjadi sarana edukasi lingkungan bagi masyarakat.

Sejak pagi, ratusan peserta terlihat menyusuri garis pantai sambil memungut sampah yang berserakan. Suasana kebersamaan tampak begitu kental. Karung-karung berisi sampah plastik, ranting dan berbagai limbah lainnya perlahan terkumpul di sejumlah titik.

Bagi Yus Derahman, menjaga kebersihan pantai bukan semata persoalan estetika, melainkan bagian dari upaya membangun masa depan daerah melalui sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.

“Pantai Pasir Kuning merupakan aset berharga yang dimiliki Bangka Barat. Menjaga kebersihannya bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk generasi yang akan datang. Lingkungan yang bersih akan memberikan dampak positif terhadap sektor wisata, ekonomi masyarakat, dan kualitas hidup warga,” kata Yus.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan pariwisata tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur dan program pemerintah. Kesadaran masyarakat menjadi faktor utama yang menentukan keberlangsungan sebuah destinasi wisata.

Ia menilai, destinasi wisata yang bersih akan memberikan kesan positif bagi wisatawan sehingga mendorong peningkatan kunjungan. Dampaknya tidak hanya dirasakan pemerintah daerah, tetapi juga masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas wisata.

“Ketika wisatawan merasa nyaman, mereka akan datang kembali. Saat kunjungan meningkat, pelaku UMKM, pedagang, nelayan, dan masyarakat sekitar ikut merasakan manfaatnya. Karena itu menjaga kebersihan lingkungan sebenarnya merupakan investasi yang hasilnya bisa dinikmati bersama,” ujarnya.

Yus juga mengingatkan bahwa persoalan sampah saat ini menjadi tantangan di banyak daerah wisata di Indonesia. Oleh sebab itu, diperlukan perubahan pola pikir masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan.

Ia berharap kegiatan gotong royong tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan, melainkan berkembang menjadi gerakan kolektif yang tumbuh dari kesadaran masyarakat sendiri.

“Kita ingin menanamkan nilai bahwa membuang sampah pada tempatnya dan menjaga lingkungan adalah bentuk tanggung jawab bersama. Kalau kesadaran itu tumbuh, maka kebersihan tidak perlu lagi dipaksa karena sudah menjadi kebiasaan,” katanya.

Sementara itu, Camat Tempilang Rusian mengatakan Pantai Pasir Kuning memiliki posisi strategis sebagai ikon wisata daerah sekaligus pusat penyelenggaraan Festival Perang Ketupat yang selama ini menjadi daya tarik budaya Bangka Barat.

Menurutnya, menjaga kebersihan kawasan pantai berarti menjaga citra daerah di mata wisatawan.

“Pantai Pasir Kuning adalah wajah Tempilang. Banyak wisatawan mengenal Tempilang karena pantai ini dan karena tradisi Perang Ketupat. Karena itu kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan merawatnya,” ujar Rusian.

Ia menambahkan, kegiatan gotong royong juga menjadi sarana memperkuat budaya kebersamaan yang telah lama menjadi karakter masyarakat Tempilang.

“Kami ingin masyarakat merasa memiliki pantai ini. Ketika rasa memiliki tumbuh, maka kepedulian akan muncul dengan sendirinya. Inilah yang ingin terus kita bangun,” katanya.

Pantai Pasir Kuning sendiri dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Bangka Barat. Hamparan pasir berwarna kuning keemasan serta panorama laut yang khas menjadikan kawasan tersebut sering dikunjungi wisatawan lokal maupun luar daerah.

Selain nilai wisata alam, pantai ini juga memiliki nilai budaya yang kuat karena menjadi lokasi pelaksanaan tradisi Perang Ketupat yang telah berlangsung secara turun-temurun.

Bagi warga setempat, keberadaan pantai bukan sekadar tempat rekreasi, tetapi bagian dari identitas dan sejarah masyarakat pesisir.(Belva)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Audiensi Forum Peduli Masyarakat Nangka dengan DPRD Babel digelar di Ruang Banmus 

11 Juni 2026 - 15:26 WIB

Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna Melepaskan 72 Siswa Lulus SD Negeri 23 Pangkalpinang

11 Juni 2026 - 10:56 WIB

Pemkot Pangkalpinang Mengadakan Rapat Fasilitasi Perizinan PIRT Bagi Pelaku UMKM 

9 Juni 2026 - 10:27 WIB

Mewakili Walikota Pangakalpinang Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ikut Senam di Acara Car Free Day

8 Juni 2026 - 06:20 WIB

Pemkot Pangkalpinang Optimalkan Berbagai Sektor Potensial untuk Tambah PAD

8 Juni 2026 - 01:25 WIB

Trending di Headline