Menu

Mode Gelap
DPRD Babel Menggelar Tiga Agenda Rapat Paripurna di Pimpin Wakil Ketua I Eddy Iskandar Wali Kota Pangkalpinang Prof Udin Terima Audiensi Danden Pomal Pererat Antar Lembaga  Pemkot Pangkalpinang Tegaskan Larangan PKL Menjamur di Atas Trotoar dan Bahu Jalan SMPN 3 Mentok Perkuat Sinergi dengan Orang Tua demi Mewujudkan Sekolah yang Adaptif Agus Purnomo: Seharusnya kades dan Kadus Tanjung Pura Merangkul Semua Masyarakatnya Jangan hanya Sebagian Langkah Percepatan Penghentian Sementara Operasional Pelabuhan Penyeberangan Sadai, Ini Kata Didit

Headline

DPRD Babel Menggelar Rapat Koordinasi Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Ruang Banmus DPRD

badge-check


DPRD Babel Menggelar Rapat Koordinasi Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Ruang Banmus DPRD Perbesar

BABEL,PANGKALPINANG,SKTNEWS.COM Kasus PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) kekerasan terhadap perempuan dan anak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akhir-akhir ini meningkat. Data terbaru yang diungkap dalam rapat koordinasi di Ruang Banmus DPRD Babel menunjukkan lonjakan kasus yang berada pada titik yang sangat mengkhawatirkan.

Ketua Komisi IV DPRD Babel, Heryawandi, mengaku terkejut atas tren yang terus melonjak secara kualitas dan kuantitas ini. Ia menegaskan, pola kekerasan kini sudah merambah hingga ke arah eksploitasi.

“Peningkatan kualitas dan kuantitas inilah yang mengagetkan kita. Ditahun 2026 yang baru di triwulan pertama, ternyata sudah mencapai 30 lebih persen dari tahun sebelumnya,” ungkapnya di Ruang Banmus DPRD Babel, Rabu siang (22/4/26).

Bayangkan, hanya dalam kurun waktu tiga bulan pertama di tahun 2026, jumlah laporan kekerasan sudah menembus angka 30 persen dibandingkan total kasus sepanjang tahun lalu. Padahal, di tahun 2025 saja kasus tersebut sudah melampaui angka 300.

Heryawandi menilai, cara-cara lama namun, di tengah urgensi tersebut, ia menyebut bahwa Babel justru menghadapi kendala klasik yajni keterbatasan anggaran.alam menangani kasus seperti ini tak lagi mempan. Ia mendesak adanya koordinasi secara maraton guna merombak kebijakan, mulai dari kurikulum sekolah berbasis kearifan lokal hingga pengawasan di lapangan.

Di tengah urgensi tersebut, ia menyebut bahwa Babel justru menghadapi kendala klasik yajni keterbatasan anggaran.

Salah satu upaya pihaknya yakni Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) agar dihidupkan kembali yang dinilainya belum berfungsi maksimal.

“KPAD ini harus segera diaktifkan kembali. Memang ini membutuhkan anggaran, tapi kita harus dorong. Dengan keterbatasan yang ada, mari kita jalani dengan maksimal karena target kita adalah menekan angka kasus agar tidak terus meningkat,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Heryawandi juga menyampaikan perlunya pemberlakuan kembali jam malam bagi pelajar yang harus dikawal ketat, bukan hanya oleh pihak kepolisian, tapi juga Satpol-PP serta pihak terkait lainnya.

Semua pihak terkait mesti berjibaku. Ini bukan hanya peran teman-teman kepolisian, kita punya Satpol-PP yang juga punya wewenang. Ini jadi tanggung jawab bersama karena ini menyangkut masa depan anak-anak kita,” tegasnya.(Skt)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DPRD Babel Menggelar Tiga Agenda Rapat Paripurna di Pimpin Wakil Ketua I Eddy Iskandar

29 Juli 2026 - 09:12 WIB

Wali Kota Pangkalpinang Prof Udin Terima Audiensi Danden Pomal Pererat Antar Lembaga 

28 Juli 2026 - 08:41 WIB

Pemkot Pangkalpinang Tegaskan Larangan PKL Menjamur di Atas Trotoar dan Bahu Jalan

27 Juli 2026 - 13:40 WIB

SMPN 3 Mentok Perkuat Sinergi dengan Orang Tua demi Mewujudkan Sekolah yang Adaptif

23 Juli 2026 - 12:39 WIB

Agus Purnomo: Seharusnya kades dan Kadus Tanjung Pura Merangkul Semua Masyarakatnya Jangan hanya Sebagian

21 Juli 2026 - 09:04 WIB

Trending di Bangka Tengah