Menu

Mode Gelap
Oknum Kejari gunakan mobil Jazz Warna Merah dari dalam Gudang diduga modus Hanya Monitor  Anggota MPR RI Dinda Rembulan Buka LKBB-PB Tahun 2026 Tingkat Provinsi di Alun-Alun Taman Merdeka  Diduga Residivis Kambuhan Desa Jeriji Rendi Ikutan Mencuri Pasir Tailing Kerja Sama dengan Komplotan Pemuda Air Itam  Dukungan Program Kebersihan PT. Bolesa Sumbangkan Drop Box ke Pemkot Pangkalpinang  Prof Udin bersama Jajaran Forkopimda Pangakalpinang Sholat Idul Adha 1447 H Berjamaah di Alun-alun Taman Merdeka Diskominfo Pangkalpinang Terima Sosialisasi Penerangan Hukum PPS dari Kejaksaan Negeri

Headline

Kunker Komisi III DPRD Provinsi Babel ke Kantor KSOP Kelas IV Tanjung Pandan Belitung

badge-check


Kunker Komisi III DPRD Provinsi Babel ke Kantor KSOP Kelas IV Tanjung Pandan Belitung Perbesar

PANGKALPINANG,BABEL,SKTNEWS.COM (Kunker) Kunjungan kerja Komisi III DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ke Kantor KSOP Kelas IV Tanjung Pandan,membuka sejumlah fakta penting terkait pengelolaan Terminal Khusus (Tersus) dan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS). Senin (30/3/26),

Rapat koordinasi yang dipimpin perwakilan KSOP bersama Ketua DPRD Babel, Taufik Rizani, ini menyoroti tata kelola perizinan, pengawasan aktivitas kepelabuhanan, hingga peluang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dalam pertemuan tersebut, pihak KSOP melalui Iswandi dan Hengki menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada moratorium untuk pengajuan izin Tersus maupun TUKS. Artinya, peluang investasi di sektor kepelabuhanan masih terbuka selama memenuhi ketentuan administratif dan teknis.

“Perizinan tetap berjalan sesuai regulasi. Tidak ada pembatasan, namun pengawasan tetap kami perketat agar tidak terjadi praktik monopoli,” jelas Hengki.

Saat ini tercatat terdapat 7 Tersus dan 2 TUKS di wilayah kerja KSOP Tanjung Pandan, yang mayoritas melayani komoditas tambang seperti kaolin dan pasir. Sebagian besar Tersus tersebut berada di wilayah Membalong, sementara sisanya di Tanjung Pandan.

Dari sisi pengawasan, KSOP memastikan setiap izin usaha tidak dimiliki secara ganda oleh satu pihak. Selain itu, khusus komoditas strategis seperti timah, pengawasan dilakukan bersama Satgas terpadu guna menjamin transparansi dan kepatuhan.

Sementara itu, operasional pelabuhan menunjukkan aktivitas yang cukup tinggi, dengan rata-rata 200 hingga 300 kunjungan kapal per bulan.

Untuk Pelabuhan Tanjung Pandan sendiri, pengelolaan operasional telah ditangani oleh Pelindo, termasuk seluruh aktivitas dan pungutan di dalam kawasan pelabuhan.

Dari pihak DPRD, sejumlah anggota menyampaikan berbagai pertanyaan dan masukan. Syarifah Amelia menyoroti pentingnya kemudahan perizinan yang tetap sehat serta bebas dari dominasi kelompok tertentu.

“Jangan sampai ada monopoli. Perizinan harus terbuka dan adil untuk mendorong iklim investasi yang sehat,” ujarnya.
Sementara itu, Imam Wahyudi menekankan perlunya strategi konkret untuk mengoptimalkan kontribusi sektor kepelabuhanan terhadap PAD.

Menanggapi hal tersebut, KSOP menyebutkan bahwa sinergi dengan pemerintah daerah telah berjalan melalui nota kesepahaman (MoU), termasuk pelaporan rutin data operasional dan verifikasi muatan seperti kaolin yang berkontribusi pada pendapatan daerah.

“Data kami serahkan secara berkala ke Dinas Perhubungan untuk evaluasi dan pengembangan potensi retribusi daerah,” kata Iswandi.

Selain itu, KSOP juga membuka peluang peningkatan PAD melalui penyediaan fasilitas pendukung di luar pengelolaan Pelindo, seperti pembangunan timbangan pelabuhan.

Kunjungan kerja DPRD Babel ke KSOP Tanjung Pandan menegaskan bahwa sektor kepelabuhanan masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan, baik dari sisi investasi maupun peningkatan PAD.

 

Tidak adanya moratorium perizinan menjadi sinyal positif bagi dunia usaha, namun tetap diiringi komitmen pengawasan ketat untuk mencegah praktik monopoli.

Sinergi antara KSOP dan pemerintah daerah dinilai sudah berjalan, namun masih perlu diperkuat dengan inovasi dan optimalisasi potensi layanan pelabuhan.
Ke depan, kolaborasi yang lebih strategis diharapkan mampu menjadikan sektor ini sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah di Bangka Belitung.(Tim)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Oknum Kejari gunakan mobil Jazz Warna Merah dari dalam Gudang diduga modus Hanya Monitor 

3 Juni 2026 - 07:56 WIB

Anggota MPR RI Dinda Rembulan Buka LKBB-PB Tahun 2026 Tingkat Provinsi di Alun-Alun Taman Merdeka 

1 Juni 2026 - 09:40 WIB

Diduga Residivis Kambuhan Desa Jeriji Rendi Ikutan Mencuri Pasir Tailing Kerja Sama dengan Komplotan Pemuda Air Itam 

31 Mei 2026 - 22:52 WIB

Dukungan Program Kebersihan PT. Bolesa Sumbangkan Drop Box ke Pemkot Pangkalpinang 

30 Mei 2026 - 08:49 WIB

Prof Udin bersama Jajaran Forkopimda Pangakalpinang Sholat Idul Adha 1447 H Berjamaah di Alun-alun Taman Merdeka

27 Mei 2026 - 16:10 WIB

Trending di Headline