BABEL,PANGKALPINANG,SKTNEWS.COM Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah0 (Sekda) Kota Pangkalpinang, Syarli Nopriansyah, menegaskan pentingnya peran dan sinergi Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang dengan pemangku kepentingan terkait untuk menyambut kembali warga binaan pemasyarakatan (WBP) ke tengah masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Syarli usai menghadiri pembukaan Forum Group Discussion (FGD) Kelompok Layanan Bimbingan Integrasi (Kelayan Binter) yang berlangsung di Hotel Safran, Pangkalpinang, Rabu (28/10/26).
Syarli menyoroti bahwa sebagian warga binaan yang berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) didominasi oleh generasi muda. Oleh karena itu, langkah integrasi sosial menjadi krusial agar mereka tidak mendapat stigma negatif berkelanjutan saat kembali ke lingkungan publik.
“Hadirnya kami di sini adalah bentuk komitmen bersama. Stigma-stigma negatif terhadap mantan warga binaan harus segera dihilangkan. Setidaknya mereka dapat diterima kembali oleh masyarakat,” ujar Syarli.
Ia menekankan bahwa proses penerimaan masyarakat harus didukung dengan pembekalan keterampilan (skill) yang memadai selama masa pembinaan di Lapas. Dengan adanya pelatihan kerja dan keterampilan tambahan, para warga binaan diharapkan memiliki modal usaha atau keahlian untuk mandiri setelah selesai menjalani masa hukuman.
“Warga binaan yang berada di dalam merupakan bagian dari masyarakat kita juga, masyarakat Indonesia yang memiliki hak sama. Karena itu, ke depan sinergi antara pihak pemasyarakatan dan pemerintah kota harus semakin diperkuat melalui kegiatan-kegiatan pembekalan yang saling mendukung,” pungkasnya.
Melalui program bimbingan dan pelatihan terpadu seperti Kelayan Binter, Pemkot Pangkalpinang berharap proses reintegrasi sosial dapat berjalan optimal sehingga para mantan warga binaan mampu berkontribusi positif di tengah masyarakat.(Red)



















