BABEL,PANGKALPINANG,SKTNEWS.COM Rumah Dinas Wali Kota Pangkalpinang berubah menjadi panggung bagi anak-anak bukan panggung dengan lampu sorot atau dekorasi megah, melainkan jalan yang dipenuhi warna-warni kostum dan langkah kecil peserta Karnaval Murid PAUD se-Kota Pangkalpinang. Selasa (15/9/26)
Sebagian anak TK Paud mengenakan pakaian tradisional dengan hiasan kepala yang membuatnya tampak seperti tokoh dari sebuah cerita,dan sebagian lagi membawa tema kehidupan bawah laut dengan gambar lumba-lumba, gurita dan berbagai biota laut, dan yang lain tampil seperti prajurit kecil dengan seragam merah-biru lengkap dengan topi tinggi.
Karnaval Murid PAUD se-Kota Pangkalpinang dilepas sekitar pukul 07.45 WIB dari Rumah Dinas Wali Kota Pangkalpinang. Kegiatan tersebut dikoordinasikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Pangkalpinang dan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Bunda PAUD.
Dikesempatan tersebut tampil dan mengekspresikan diri untuk tunjukkan satu hal dalam proses tumbuh kembang.
Antara peserta dan pendamping, wajah-wajah polos anak-anak menjadi pemandangan utama. Sebagian tampak percaya diri berjalan di depan rombongan. Sebagian lainnya masih membutuhkan arahan guru maupun orang tua agar tetap berada dalam barisan.
Namun, semuanya memiliki kesempatan yang sama berada di ruang publik dan menunjukkan apa yang mereka miliki.

Darwin, S.Pd.Mat. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang mengatakan, anak-anak membutuhkan ruang untuk mengaktualisasikan sekaligus mengekspresikan kemampuan yang mereka miliki.
“Mereka butuh tempat dan ruang untuk mengaktualisasikan dan mengekspresikan bakat, potensi dan kompetensi mereka. Hal ini akan menjadi pengalaman yang berharga dan akan teringat sepanjang hidup mereka,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kepada wartawan.
Tetapi bagi anak-anak usia dini, pengalaman tersebut bisa menjadi cerita yang mereka bawa pulang.
Mereka belajar tampil di hadapan orang lain. Belajar mengikuti arahan. Belajar berjalan bersama teman-teman. Belajar menjadi bagian dari sebuah kelompok.
Pernyataan itu menemukan bentuknya di tengah barisan karnaval.
“Mereka belajar bahwa apa yang ada dalam imajinasi mereka bisa diwujudkan dalam bentuk nyata. Kostum yang dikenakan pun memperlihatkan keberagaman cara anak-anak mengenal dunia. Ada yang mengambil inspirasi dari profesi dan karakter, ada yang membawa unsur budaya, sementara kelompok lain menerjemahkan dunia ilmu”. ucap Darwin.
Di sinilah karnaval PAUD memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar parade. Ruang jalan yang biasanya dipenuhi kendaraan, pagi itu menjadi ruang belajar.
Mereka belajar melalui pengalaman langsung, bukan hanya di meja belajar,berinteraksi dengan lingkungan, teman sebaya, guru, orang tua dan masyarakat yang menyaksikan.
“Barangkali beberapa tahun lagi, mereka tidak lagi mengingat siapa yang berdiri paling depan atau kostum siapa yang paling menarik perhatian. Pengalaman berjalan bersama teman-teman, mengenakan kostum kesukaan, mendapat sorakan dan perhatian orang-orang di sepanjang jalan, bisa saja menjadi bagian kecil dari kenangan masa kanak-kanak yang tetap melekat”. tutupnya.
Pemkot Pangkalpinang memberikan ruang tersebut kepada anak-anak peserta Karnaval TK-Paud se-Kota Pangkalpinang. Bukan untuk mencari siapa yang paling hebat, tetapi untuk memastikan setiap anak mendapat kesempatan menjadi dirinya sendiri.(Kyt)


















