Menu ✖

Mode Gelap
Plh Sekda Kota Pangkalpinang Syarli Menghadiri Pembukaan Forum Group Discussion di Safran Hotel DPRD Babel Berikan 3 Langkah Solusi Mengurangi Kemacetan Anterian di setiap SPBU PPPK Kemenag Ikuti Orientasi Penguatan Ekoteologi dan Moderasi Beragama Segera Integrasikan e-Sampah, Pemkot Pastikan Pengelolaan Retribusi dan Pajak Terbuka  Pemkot Pangkalpinang Menggelar Kegiatan Law Fair 3 2026 di Alun-Alun Taman Merdeka Revisi Perda Nomor 3 Tahun 2020 tentang RZWP3K di Bahas Dalam Rapat Pansus DPRD Babel

Headline

Kanwil Kemenkumham Babel Jalin Program Kerjasama Pengembang Kawasan Pangan dengan Pemkot Pangkalpinang

badge-check


					Kanwil Kemenkumham Babel Jalin Program Kerjasama Pengembang Kawasan Pangan dengan Pemkot Pangkalpinang Perbesar

BABEL,PANGKALPINANG,SKTNEWS.COM Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Babel resmi menjalin kerja sama pengembangan kawasan pangan terpadu di Kelurahan Tuatunu Indah, Kota Pangkalpinang, Selasa (6/10/26).

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, Dinas Pertanian Kota Pangkalpinang, BAZNAS Bangka Belitung, serta Pemerintah Kelurahan Tuatunu Indah Pantai.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Kepulauan Bangka Belitung, Ade Agustina, menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan komitmen Lapas Kelas IIA Pangkalpinang dalam membina kawasan tersebut.

Menurutnya, program pengembangan kawasan pangan terpadu ini diselenggarakan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus menjadi wadah edukasi dan pembinaan produktif bagi warga binaan.

“Program kawasan pangan terpadu ini harus terus berjalan berkelanjutan di Lapas Kelas IIA Pangkalpinang. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini membuktikan bahwa pembinaan pemasyarakatan tidak hanya berfokus di dalam lapas, tetapi juga memberikan manfaat nyata dan membangun hubungan positif dengan masyarakat luas,” ujar Ade dalam sambutannya, Selasa (6/10/26).

Rangkaian kegiatan tersebut dilanjutkan dengan penanaman perdana padi gogo varietas Druptabi, yang merupakan varietas lokal khas Pulau Bangka. Langkah ini diambil sebagai bentuk pelestarian tanaman pangan lokal di wilayah perkotaan.

Dalam kesempatan yang sama, Ade memaparkan data pemanfaatan pupuk kompos produksi warga binaan Lapas Kelas IIA Pangkalpinang pada lahan uji coba tanaman padi. Berdasarkan hasil komparasi pada dua petak sawah sampel:

Petak Pupuk Kompos (Organik): Menghasilkan bulir padi yang lebih padat, warna bulir kuning sempurna, daun tetap hijau segar, serta memiliki ketahanan lebih baik terhadap serangan hama.

Petak Pupuk Kimia: Menunjukkan kualitas kesegaran daun yang relatif lebih rendah dibanding tanaman berbasis organik.

Ade menambahkan, pemanfaatan pupuk kompos hasil olahan warga binaan tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan hasil panen secara berkelanjutan sekaligus memperkuat fungsi kawasan pangan di Kelurahan Tuatunu Indah sebagai laboratorium ketahanan pangan Kota Pangkalpinang.(Tim)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Plh Sekda Kota Pangkalpinang Syarli Menghadiri Pembukaan Forum Group Discussion di Safran Hotel

29 Oktober 2026 - 14:22 WIB

DPRD Babel Berikan 3 Langkah Solusi Mengurangi Kemacetan Anterian di setiap SPBU

29 Oktober 2026 - 13:08 WIB

PPPK Kemenag Ikuti Orientasi Penguatan Ekoteologi dan Moderasi Beragama

27 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Segera Integrasikan e-Sampah, Pemkot Pastikan Pengelolaan Retribusi dan Pajak Terbuka 

26 Oktober 2026 - 08:13 WIB

Pemkot Pangkalpinang Menggelar Kegiatan Law Fair 3 2026 di Alun-Alun Taman Merdeka

23 Oktober 2026 - 16:43 WIB

Trending di Headline